yup, inilah kata2 yang kesekian kalinya, baru 2 kali deng
si bunda mengucapkannya ke gw.
selalu memegang prinsip yang memang sesuatu yang sangat di pegang teguh oleh bunda, sehingga ucapan ini akhirnya keluar juga dari mulutnya.
minggu ini adalah akhir karirnya mengajar di sekolah ISLAM di bilangan depok, untuk yang kedua kalinya bunda harus dengan berat hati meninggalkan anak-anak yang di didiknya, sudah sekian kali bunda mengeluh atas perlakuan dari atasan yang menurutnya tidak sopan dan bermulut ember…halah cowok gitu lohhhh!!…..
sesuai dengan kesepakatan antara gw dan bunda, bila suatu saat dia sudah bekerja, gw ngga mau ngedenger keluhan2 dia (terutama yang merugikan gw
) , kesepakatannya adalah…resign! karena gw cuma ngizinin bunda bekerja karena dia sangat suka dengan anak2 dan mencari kesibukan selain mengurus junior.
kali ini berbeda, ada beberapa point yang membuat dia ngga nyaman bekerja di tempat sekarang, salah satunya penghormatan seorang laki2 terhadap wanita, terlebih wanita yang sudah menikah! terlebih mereka sangat percaya dengan omongan pihak ke-3, dalam hal ini mantan tempatnya mengajar sebelumnya… maklum menurut gw si pihak ke-3 itu memang kecewa berat salah satu guru terbaiknya mengundurkan diri, pengunduran diri bunda dari tempat mengajar nya sebelumnya di karenakan bunda harus tega terhadap anak sendiri…termasuk ketika sakit! gile beneeerr!! bunda termasuk yang workoholic loh, kalau junior sakit aja seringan gw yang cuti dadakan, eh masih di minta untuk tega sama anak sendiri? loh kok jadi cerita keluar dari tempat kerjaannya yang pertama sih
yah sudah lah, mungkin salah satu hobi nya akan tertunda tersalurkan untuk sementara waktu, dan lebih banyak waktu untuk mengajarkan sesuatu yang lebih buat kendi junior ,meskipun sudah banyak tawaran untuk merekrutnya, tapi bunda mencari posisi yang sreg buatnya terutama menjadi guru TK dan guru masa transisi TK ke SD (kelas 1 SD)
dan permintaan maaf nya lagi terucap…”maaf ya yah,bunda ngga bisa nambahin buat belanja dan jajan athar (kendi junior)” waduh! ini kok di bahas lagi kesal gw di dalam hati, prinsip gw dan dalam ajaran gw, seorang istri bekerja itu tidak wajib!! dan penghasilannya yang di berikan kepada suami adalah sodaqoh…bukan wajib!! (maaf kalo terkesan sombong
tapi itulah yang gw
)
“ya sudah, ngga apa2, mungkin rezeki bunda bukan di situ, bunda kerja aja tiap hari sama ayah, ntar juga ayah gaji kok” bersamaan dengan ngelotornya gw keluar kamar bersamaan itu juga bantal dan guling melayang ke arah gw
beberapa point penting yang bisa gw ambil antara lain, waktu si bunda bisa lebih banyak buat kendi junior, ngga ada keluhan capek lagi yang tentunya merugikan gw
,ngga harus ikutan menggunting,melipat dll bantuin prepare besok buat bunda mengajar hehehe terlebih gw bisa pake si kimi buat bisa oprek2 daleman mesinnya, soalnya kemaren gw biarin standar takutnya bermasalah di jalan pas si bunda yang pake…doi kan cuma bisa pake dowang…repot kan urusannya hehehehe
jadi akhirnya, ini minggu terakhir buat bunda menyelesaikan tanggung jawab atas pekerjaannya, bunda menambah waktunya seminggu ini demi anak2 didiknya,bukan karena permintaan pihak sekolah (meskipun pihak sekolah memang memintanya menyelesaikan semua tanggung jawab pekerjaannya)
satu pesan buat bunda untuk tetap berkata…
aku adalah aku…
hanya mereka yang berjalan bersama aku yang akan mengerti aku…
bukan mereka yang mendengar bukan pula mereka yang melihat…
hanya mereka yang berjalan bersama aku yang akan mengerti aku…
23 October 2007 at 7:38 am
hehehe se-7 deh, mang klo bisa “ibu yang baik adalah ibu yang selalu ada untuk anak – anaknya…”
23 October 2007 at 9:05 am
setuju juga mas ferry, uang bisa di cari, tapi waktu tak akan bisa kembali
24 October 2007 at 6:30 pm
Jika kebersamaan lebih dirasa perlu, mau bagaimana lagi?
25 October 2007 at 2:12 am
betul, kebersamaan memang segalanya…halah…apaan sih
gw justru lagi mikirin jenis usaha rumahan yang cocok buat si bunda buat mengisi kekosongan waktunya
berbicang dengan bunda tadi malam (24 okt 07) doi diminta untuk tetap mengajar dari mulai meminta samapai memohon untuk tetap mengajar disana, lho kok? 180 degree, unjung2nya mereka menawarkan adjustment salary setinggi2nya (entah setinggi2nya seorang guru TK berapa
) ini bukan masalah salary, ini masalah harga diri! (maaf kalau terkesan sombong
)
jawaban gw cuma satu : resign!!
25 October 2007 at 3:07 am
satu yg mengusik….
si kimi….
jangan2……
25 October 2007 at 3:09 am
wah bener….ni pasti punya kymco juga yah? buktinya, ada link Kymco Forum….
dan perasaan memang pernah baca ada postingan di Kymco dengan signature “sikendi”, warna warni….
xixixixi………
25 October 2007 at 6:55 am
hihihihi tah geuning terang