panas yah? sepintas pertanyaan ini selalu terdengar di telinga, emang sudah cuacanya mungkin dengan sejuta alasan bahwa udara di jakarta seperti ini, apa mereka tidak berfikiran hal yang sama tentang cuaca hari ini, kemarin, kemarin lusa, kemarin nya lagi…..
hujan pun tak kunjung menyambut tanah dengan sapaan manisnya pada hari ini, kemarin, kemarin lusa dan kemarinnya lagi…
tak juga tercium sajian aroma khas tanah saat hujan mengunjungi nya…
hujan pun sudah lupa dengan janjinya untuk menemani ladang dan rerumputan, apakah mereka sudah ingkar dengan janjinya?…
tak juga terdengar nyanyian dan tarian rerumputan bak capoeirista memainkan capoeira nya…
hujan pun seakan menjadi sombong untuk di harapkan kehadirannya, entah malas, enggan dan tak mau untuk mengunjugi kami yang merindukan nya…
pendingin buatan pun menjadi solusi akan ketidakhadirannya, tetapi ini hanya untuk kami, bagaimana dengan meraka, tanah, ladang dan rerumputan?…
apakah solusi kami tidak membuatmu senang wahai hujan? apakah kau merasa cemburu?… apakah kau merasa kecewa?, sehingga solusi ketidakhadiranmu menghalagimu untuk kembali kepadaku?…
kuharap kau kembali seperti dulu…seperti kau apa adanya, tanpa kau berpaling dari ku…
bukan untuk aku, untuk dia… tapi untuk kita semua…
berfikirlah kalian bahwa perputaran cuaca sudah tidak seperti dahulu lagi, jangan salah kan mereka, jangan nantikan mereka untuk kembali, semua salah kita yang sudah tidak menyayanginya…
–sang kodok–
eits…pagi2 sambil gw sarapan ditemani sedikit bubur ayam, sedikit nasi uduk, beberapa gorengan dan soto ayam…halah jadi banyak dong hehehe
wah ngga kerasa sudah 2 tahun berlalu sejak tanggal 19 November 2005, sudah bertambah usianya gw bergabung dengan Thunder 125 Community Indonesia (TC125i), Depok Chapter
Dari namanya juga pasti dah tau kan? Yup bakso yang berbentuk kotak, yang katanya sih bakso dari solo.


