pada suatu ketika ketika bencana alam, angin topan meniupkan hembusannya yang mampu mengangkat dan memindahkan benda berat dari satu tempat ke tempat lain.
ketika hujan badai dah air bah yang tinggi dapat menenggelamkan bangunan-bangunan yang tinggi
dan ketika itu lah anda sedang berangkat untuk bekerja, misalnya ketika pukul 7:30 pagi apa yang akan anda lakukan??
banyak pastinya pilihan-pilihan yang akan diambil untuk menyikapi kejadian diatas, ada yang ber do’a? sambil berusaha menghindar dari bencana tentunya
ada yang naik ke gedung atau pohon yang tinggi, ada yang kembali lagi ke rumah atau ada yang melanjutkan perjalanan ke kantor?
terinspirasi dari cerita training mengenai culture yang di terapkan di kantor tadi siang, ternyata pilihan untuk terus melanjutkan dan menuntaskan tugas pekerjaan adalah pilihan yang menurutnya adalah suatu hal yang sangat profesional akan komitmenya melakukan/melaksanakan tugas nya sebagai karyawan.
mmm… secara terori untuk mengucapkan “gw adalah seorang yang profesional!” gampang banget, but untuk menjadi profesional itu sendiri di tutut suatu komitmen dalam diri, apakah anda harus melakukan itu atau tidak?
dan secara seorang profesional itu memang di tuntut untuk menyelesaikan segala suatu hal yang sudah di mulainya, “kau yang mulai kau yang mengakhiri” halah…(nepok jidat) dangduters booooo….
lalu apakah kalau kita melakukan pilihan “kembali lagi kerumah” dan memastikan keluarga kita, anak dan istri kita baik2 saja itu tidak profesional?
sekarang pilihan anda yang mana?
kalau di bahas pasti panjang deh, secara topik ceritanya emang luas
akan tetapi seseorang tentu punya prioritas dalam hidupnya dan mengatur kehidupannya sendiri, nah loh makin bersebrangan sama profesionalismenya kan?
intinya? apapun yang anda lakukan adalah bagian dari prioritas dan profesionalisme anda, profesional sebagai kepala rumah tangga, profesional sebagai karyawan, profesional sebagai pengusaha dll.
jadi secara mudahnya kita bisa bilang, hidup akan mudah bila kita bisa dapat menggabungkannya menjadi satu hal yang harmonis dan menjadi irama dalam kehidupan kita.
*seorang amatiran yang berbicara pemikiran pribadi tentang profesional
2 June 2008 at 9:33 am
*mikir*
Pasti ni postingan dibikin gara2 ponakan lutjuhku itu lagi sakit
Atharrr…
cepet sembuh yaaa…
Auntie cantik mendoakanmu kok…
Owh… shayangggggg
2 June 2008 at 9:45 am
@menik
prioritas hidup gw itu, Keluarga, Pekerjaan baru Hobby…
makasih auntie, tapi kalo cantik ngga deh…
4 June 2008 at 9:39 am
[...] sebenernya ada hubungannya dengan tulisan ngawur gw yang kemaren mengenai profesional, gw punya teman2 di tempat kerja yang masih moody dalam mengerjakan dan melakukan aktifitasnya [...]
6 August 2008 at 1:43 pm
saya sangat setuju dengan yang anda katakan..