
note : gambar dari milist TC125i
26 August 2008

note : gambar dari milist TC125i
26 August 2008
biar ngga lupa, atau siapa tahu ada yang ngga hafal dan ngga tahu sama sekali

PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang di Pimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
13 August 2008
yup, tahi lalat terkadang menjadi pemanis apabila berada di bagian wajah seseorang selain lesung pipit, tahi lalat pun terkadang menjadi bagian dari keberuntungan buat seseorang.
lewatlah seorang wanita dengan paras separuh baya, dengan kulit putih dan pakaiannya serasi dengan posturnya yang ideal, hal ini menjadi pembicaraan kabayan dan nyi iteung…
Iteung : “Hayoh… liat awewe (perempuan) sampai melotot…” dengan nada cemburu
Kabayan : “ah…nyi Iteung inih, akang kan cuma melihat, awewe itu beruntung sekali….“
Iteung : “ah bisa-bisa nya akang saja” sambil menjewer Kabayan
Kabayan : “eiiiit…..bener neng… ituh buktinya ada tahi lalat di pipi kirinya” Kabayan seraya mengelak
Iteung : “tau dari mana akang kalau tahi lalat di wajah teh membawa keberuntungan???“
Kabayan : “ih bukan membawa keberuntungan, tapi beruntung….“
Iteung : “maksudnya??? ” tanya nya penuh penasaran
Kabayan : “iya beruntung lah, coba deh kalau yang nemplok tahi munding (kerbau) akang atau tahi gajah? makanya masih untung tahi lalat yang nemplok di wajah si eneng ituh…“ kabayan pun melengos untuk menggembala kerbau-kerbaunya lagi…
Iteung : “%^$@&%^#(&)@*@^&*^!!!! “
NOTE : maaf ini hanya guyonan semata dan rekayasa, jika ada kejadian yang sama akan tahi lalat anda, mungkin hanya kebetulan saja
7 August 2008
terkadang seseorang selalu berfikiran bahwa, “kok penghasilan saya segini-segini terus yah?“
atau bertanya : “sekarang omset kok menurun yah“,
atau “mmmm…omset standar-standar aja kok, biasa-biasa aja” jawabnya.
tapi pernah berfikiran ngga, gimana caranya meningkatkan atau merubah suatu penghasilan atau omset penjualan?
atau anda merasa ketakutan untuk merubah pola yang sudah ada untuk menyelesaikan permasalah dan cara menyelesaikannnya?
misalnya, biasa berangkat kerja atau melakukan sesuatu melalui pola atau jalur A untuk sampai tujuan? dan pulang dengan jalur yang sama, sementara kalau lewat jalur yang lain anda akan merasa lebih lama sampai tujuan?…
apakah anda ngga kepikiran, gimana kalau pikiran anda sama dengan yang di pikirkan orang lain? apa ngga malah tambah macet? sementara jalan yang lain, katakanlah jalur B akan lebih lancar bahkan lengang dibandingkan jalur A?
ketakutan-ketakutan seperti itu memang wajar dan pasti akan ada ketika kita akan memutuskan untuk melakukan sesuatu.
tapi itu tidak akan merubah apapun menurut gw jika ingin mendapatkan sesuatu yang lain, dan gw cuma ingin mengajak menerapkan “anda tidak akan mendapatkan hasil berbeda dengan cara yang sama “
tapi gw pun ngga akan menjamin dengan cara yang berbeda untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda akan menghasilkan peningkatan atau kearah yang lebih baik
dan sekali lagi mengajak anda untuk berikir “lebih baik tidak berhasil tapi sudah melakukannya, dibandingkan tidak berhasil tapi tidak pernah melakukannya dan hanya menjadi penonton sejati ”
akan tetapi satu pemikiran simple bahwa apa yang anda lakukan untuk melakukan perubahan bertujuan untuk meningkatkan dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari pada posisi anda sekarang.
selamat berkreatifitas dan berinovasi temans…….
6 August 2008
pernah ngga sih kalo suatu ketika anda di suruh makan kue tart atau tumpengan 1 nampan besar dan harus habis saat itu juga??…. masih bisa masuk akal… bisa saja…
kalau di suruh “makan gajah”?? (terlepas dari halal atau haram nya gajah menurut ajaran islam yah
)harus habis saat itu juga??
ini sedikit mustahil meskipun ada orang yang sanggup
)
begitu juga dengan permasalahan ataupun case atau project yang besar untukdi selesaikan secepatnya dan menelan secara keseluruhan permasalah yang ada…
cara yang paling simple yah, pastikan anda membagi2nya menjadi bagian-bagian atau element-element kecil, sehingga anda mudah untuk “menelannya“
dan carilah akar permasalahan (root problem) dan penyempitan ruang lingkup permasalahan yang besar tadi, lakukan dan buat prioritas menyelesaikan secara bertahap untuk “menelannya“
lalu bagaimana dengan harus habis saat itu juga atau harus selesai pada saat itu juga??
saran saya…minta lah contoh atau cara yang efisien dan efektif kepada orang yang meminta anda untuk “menelan” itu semua, pasti jawabannya sama…
“Harus di bagi-bagi menjadi bagian kecil dan memulai menelannya bertahap “
6 August 2008
Terkadang kita selalu terpaku pada apa yang di lihatnya, dan membuat suatu kesimpulan dari suatu fakta yang belum jelas benar secara keseluruhan.
tau binatang gajah??
“oooooo…. gajah itu tipis dan lebar……” padahal yang di pegang dan di lihat kupingnya
“oooooo…. gajah itu tipis dan panjang….. ” padahal yang di pegang dan di lihat ekornya
“oooooo…. gajah itu panjang seperti ular….. ” padahal belalainya yang di pegang dan di lihat…
tentu saja informasi dan fakta yang di sampaikan tidak akan akurat dan membuat suatu keputusan menjadi hanya sebuah asumsi saja.
salah?? tidak ada yang salah, hanya lebih baik mengenali suatu element secara keseluruhan untuk mendukung fakta.
begitu juga mengenali seseorang… cari faktanya sebelum anda berasumsi untuk menilai seseorang…