December 2008


Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian

Pramoedya Ananta Toer

Berfikirku untuk menulis…

Berbicaraku dengan tulisanku…

maka berbicaralah dengan tulisanku…

karena kau tak akan menemukan berfikirku dengan bicaraku

Kendi 2008

di suatu perusahaan yang sedang berkembang dan bergerak di bidang jasa, di butuhkan seorang yang bisa menjadi pintu masuknya semua pencatatan case dari user-user yang membutuhkan jasa kami, atau lebih di kenal dengan helpdesk.

helpdesk bertugas membantu user yang mengalami masalah pada pekerjaannya.

helpdesk1 :teman-teman, mohon maaf per-hari ini saya resign…

analyst2 bengal : kaget (sambil mulutnya nganga selebar2nya sampe bola basket bisa masuk :P …lebay) “kenapa mbak??

helpdesk1 : “tidak apa apa, cuma saya harus lebih focus mengurus rumah tangga

analyst2 bengal merasa akan kehilangan sapaan manis setiap pagi dari helpdesk yang memang enak di lihat… dasar analyst2 gemblung :P terlebih sudah kebayang di benak mereka akan bertambah tugas mereka karena di tinggalkan helpdesk yang biasa, mencatat case, follow up case serta mengatur sendiri semua case yang akan di tanganinya agar service level analyst nya tidak anjlok.

benar saja kesibukan di mulai hari-hari berikutnya tanpa helpdesk (sampai perusahaan mendapatkan helpdesk baru), service level merosot tajam bak pesawat tempur kehabisan bahan bakar…. halah ngga ada korelasinya :P

di cerita sisi yang lain, kekagumanku pada seseorang dengan tutur kata yang lembut, cara berpakaian yang sangat sopan bahkan aurat pun tertutup… mmm… wanita yang ideal menurut ku…

hore kita dapat helpdesk baru” sahut salah satu analyst bengal …

tibalah pada hari pertama helpdesk baru mulai bekerja… analyst2 bengal ter-nganga untuk ke dua kalinya… sosok helpdesk yang manis, bersuara yang lembut dan pengaturan case dari user akan mengurangi load pekejaan mereka sirna begitu saja…

perkenalkan saya helpdesk baru disini mohon bimbingannya…” dengan suara agak sedikit berat dan sosok helpdesk yang sebelumnya harus benar2 di lupakan oleh para analyst2 bengal :)

ah wat eper lah, yang penting kerjaan ke user ngga amburadul“  nampaknya para analyst sudah bisa melenyapkan sosok helpdesk yang sebelumnya, dan kami pun enjoy dengan adanya helpdesk baru tersebut.

yang terjadi justru bukan pada departement service kita, tetapi pada seisi kantor yang heboh…

helpdesk baru??” tanya beberapa user kepada analyst

iya…” sahut analyst mengangguk berbarengan “ada masalah apa? bisa kami bantu?” tanya para analyst.

beberapa waktu berselang,pada saat makan siang, antrian panjang di kantin membuat sedikit stress (maklum kalo laper bawaannya emosi hahaha), menyapa lah seseorang dari antrian di sebelah antrian ku.

Mas…” panggilnya

Yup… eh dikirain siapa? tadi casenya yang di benerin sama bowo (bukan nama sebenarnya) sudah ok kan??” jawabku

Sudah Mas, sudah ok, thanks loh… btw itu helpdesk baru??” tanya nya kembali

Iya… cukup membantu kami dan memang masih menyesuaikan diri, harap maklum yah…” jawabku lagi

iya ngga apa apa, lain yah sepertinya seperti helpdesk yang kemarin…” tanya nya lagi

lain gimana?” sahut ku yang mulai menebak2

iya, badannya besar sekali, suaranya juga berat…seperti higrid (harry potter)” bisiknya

emang iya ya? mungkin kebetulan saja, orangnya baik kok teman2 analyst sangat terbantu dengan adanya dia…” menjawab bisikannya seraya menuang nasi ke dalam piring karena sudah giliran di depan konter kantin.

sambil menikmati semangkuk sotomie plus nasi dan berusaha berfikir positif serta mengikis kekaguman ku pada seseorang tersebut dan merubah penilaian ku mengenai tampak luar itu  harus di barengi dengan tampak dalam nya juga (hayo pada ngeres lagi deh yang baca :P )

bukan seperti trend suatu penjualan, tapi bak noda setitik rusak susu serta sapinya :)

so, temans… mengutip perkataan seseorang… don jaj de buk bai ic kafer … yang artinya…kalo ada yang salah lempar pake buku aja jangan pake koper … halah makin ngawur aja :D

memang yang namanya penyesalan datangnya belakangan, tapi itulah keputusan dari konsekuensi yang di ambil, apakah ini akan menjadi penyesalan bila tidak pernah terjadi?? apakah akan ada cerita atau kisah pahit ataupun lagu “manis” ini tanpa ada suatu keputusan??

awal lirik menggambarkan suatu penyesalan dari sebuah keputusan, tetapi pada lirik akhir keputusan yang sudah di buat/diambil adalah konsekuensi dari yang di ambil dari seorang yang berjiwa besar.

mengutip tulisan seorang teman… ” just move forward… “

Yang Terlewatkan – Sheila On 7

Kemana kau selama ini
Bidadari yang ku nanti
Kenapa baru sekarang
Kita dipertemukan

Sesal takkan ada arti
karena semua tlah terjadi
Kini kau telah menjalani (dudududu)
Sisa hidup dengannya

Mungkin salahku melewatkanmu
Tak mencarimu sepenuh hati
Maafkan aku

Kesalahanku melewatkanmu
Hingga kau kini dengan yang lain
Maafkan aku

Jika berulang kembali
Kau tak akan terlewati
Segenap hati kucari
Dimana kau berada

Walau ku terlambat
Kau tetap yang terhebat
Melihatmu, mendngarmu
Kaulah yang terhebat

note :  mungkin lirik “hingga ujung waktu” untuk saat ini belum tepat untuknya bro :)

Hidup bukanlah perjuangan, tetapi…

Hidup adalah Perjalanan…

Kendi 2008

wah, akhirnya setelah hampir setahun dan menjadi leader market (di komplek mekarsari cibubur maksudnya hehehe ) mencoba menekuni bisnis “urusan perut” dan memulai untuk mencoba peluang di komplek yang tidak jauh dengan komplek mertua indah.

setelah abi’s kebab sang jagoan kebab asal jakarta, sekarang menemani babarafi sang raksasa kebab asal surabaya ini berada tidak jauh (sekitar 50 meter) dari tempat “si pemula“  orange kebab dengan gerobak bututnya siap tetap exist…

ok, selamat berjuang semuanya….. semangat!!

calon pembeli, pelanggan dan pembeli setia Orange Kebab, jangan lupa mampir di gerobak butut saya yah, kalo dari jalan raya bogor dan masuk ke komplek mekarsari cimanggis depok, gerobak butut saya berada paling ujung setelah anda melewati 2 raksasa kebab di atas.

soal rasa?? di tanggung lebih enak, lebih nikmat, porsi lebih banyak!!! dan harga lebih murah!!!

ngga percaya? coba dulu, kalo ngga suka ndak usah balik lagi… :)

terima kasih,

Orange Kebab

*business ethic kok ya sudah mati sekarang?? (tanya kenapa?? …)

Layaknya sebuah film, akan lebih bijaksana menilai seseorang secara keseluruhan

bukan pada setiap scene nya

Kendi 2008

alkisah di sebuah pasar tradisional, perbincangan antara pedagang pisang dan pembelinya…

Kang Pisang : “Silahkan bu, pisangnya…”

Pembeli Pisang : “Berapa bang pisangnya? … ” (tanpa berfikir ngeres kayak yang baca :) )

Kang Pisang : “Murah bu, mau satu sisir atau tandan sekalian, pisang yang saya jual bermanfaat lho…”

Pembeli Pisang : “Oh ya? …”

Kang Pisang : “Iya, selain mengenyangkan juga mencegah sakit mag, ginjal, typus, dan kolesterol…”

Pembeli Pisang :wah makan pisangnya sambil makan obat kali bang?” sahut si pembeli sambil meladeni gurauan si tukang pisang…

Kang Pisang : “Ya ngga lah bu, cuma pisang aja…” si tukang pisang meyakinkan.

Pembeli Pisang : “kata siapa bang??” sahutnya penasaran

Kang Pisang : Dokter juga bilang begitu bu, mantri juga, bidan juga, ahli kesehatan juga bilang hal yang sama, emang ibu baru tau?”

Pembeli Pisang : “Iya, baru tahu… kok bisa ya Bang??”

Kang Pisang : “iya, buktinya Monyet aja ngga pernah sakit typus atau kolesterol…” sahutnya dengan yakin

Pembeli Pisang : “ngga doyan pisang!” si pembeli sambil melengos pergi…

Sorry … muka gw ngga pernah ilang, jadi…

ngga pernah gw cari…

Kendi 2008